free website hit counter

DPR Kritik Sri Mulyani Soal Utang 5,2 T ke Bulog: Seperti Disuruh Perang, Dikasih Pistol-pistolan

DPR Kritik Sri Mulyani Soal Utang 5,2 T ke Bulog: Seperti Disuruh Perang, Dikasih Pistol-pistolan


Meteorika.com, Jakarta – Ketua Komisi IV DPR Sudin menyinggung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal utang pemerintah kepada Perum Bulog sebesar Rp 5,2 triliun yang hingga kini belum dibayar.

Politikus PDIP ini menduga Bulog kesulitan memiliki cadangan beras yang cukup karena dana yang dimiliki tidak cukup. Sementara saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) kian menipis di bawah 1 juta ton. 

“Sementara Bulog disuruh serap beras secara komersial, uang dari mana? Jadi Bulog ini disuruh perang, dikasih pistol-pistolan. Silakan Anda maju ke medan perang, tidak punya strategi kemudian tewas ditembak musuh. Kurang lebih begitu kan?” kata Sudin dalam rapat dengar pendapat Komisi Pertanian DPR bersama Bapanas, Perum Bulog, dan Holding Pangan di kompleks parlemen, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 November 2022. 

Baca: Harga Beras Naik 4,26 Persen, DPR Sentil Kementan Soal Klaim Surplus 6 Juta Ton

Ia menilai Kementerian Keuangan telah menggampangkan persoalan. Sudin pun mempertanyakan mengapa pemerintah lebih memilih memberi pinjaman dengan bunga rendah kepada Bulog ketimbang melunasi utang.

Menurut Sudin, pemerintah seharusnya mengembalikan terlebih dahulu utang tersebut dan hanya memberikan pinjaman berbunga rendah jika Bulog benar-benar membutuhkannya. “Ini kan seolah-olah utang kamu dibayar nanti ya. Kamu nanti kalau mau pinjam, saya kasih bunga,” kata dia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo pun menanggapi ucapan Sudin. Arief mengaku sudah bertemu langsung dengan Sri Mulyani untuk membahas utang pemerintah kepada Bulog.

Menurutnya, Kemenkeu sudah siap melunasinya, namum masih menunggu persetujuan Kementerian Sosial. “Hanya perlu approval dari Kemensos untuk beberapa kegiatan yang outstanding kemarin,” tuturnya.

Selanjutnya: Buwas berencana menambah stok beras…

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas mengatakan pihaknya berencana menambah stok beras sebanyak 1.112.050 ton. Jumlah itu terdiri dari public service obligation (PSO) sebesar 820.000 ton dan komersial 292.050 ton.

Sementara target stok cadangan beras pemerintah (CBP) sepanjang 2023 adalah sebanyak 1,3 juta ton setara beras. Buwas mengatakan walaupun rata-rata kebutuhan konsumsi masyarakat indonesia adalah 2,5 juta ton per bulan, idealnya cadangan di Bulog sebesar 2,5 juta ton. Namun untuk pada November 2022 ini, stok Bulog hanya sekitar 600 ribu ton. 

Oleh karena itu, Bulog akan berupaya melakukan penyerapan cadangan pangan negara sebanyak ,2 juta ton sampai akhir tahun. “Tapi pasti tidak akan terpenuhi,” kata dia. Ia mengatakan Bulog tak dapat menyerap beras sebanyak itu dengan mudah meskipun telah mengikuti harga pasar. 

Pasalnya, hasil produksi dalam negeri pun rendah sehingga ketersediannya terbatas. Buwas pun membantah pernyataan Menteri Pertanian yang sebelumnya bahwa hasil produksi di sejumlah daerah melimpah hingga surplus. Ia mengatakan timnya juga sudah mengecek ke lapangan. 

“Kami sudah cek di lapangan. Bahkan direksi kami ke lapangan dan berjumpa juga sama gubernur nyatanya tidak ada sebesar itu,” ucap Buwas. 

Tempo telah menghubungi Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Made Arya Wijaya untuk mengkonfirmasi soal pelunasan utang Bulog tersebut. Namun hingga Rabu malam, 16 November 2022, pesan yang dikirimkan Tempo belum mendapatkan respons.

Baca juga: Bulog Bakal Dapat Subsidi Bunga Utang Demi Jaga Pangan, Begini Hitungannya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.





Article Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *